ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Temanku
berkata kepadaku, “, aku sudah terbiasa menguburkan mayat masyarakat setempat.
Salah seorang familiku menghubungiku meminta agar menguburkan ibu mereka yang
meninggal. Aku pergi ke pekuburan dan aku menunggu di tempat memandikan mayat.
Di
sana aku melihat empat wanita berhijab bergegas meninggalkan tempat memandikan
mayat tersebut. Aku tidak menanyakan sebab mereka keluar dari tempat itu karena
memang bukan urusanku.
Beberapa
menit kemudian wanita yang memandikan mayat keluar dan memintaku agar
menolongnya memandikan mayat tersebut. Aku katakan kepadanya, ‘Ini tidak boleh,
karena tidak halal bagi seorang lelaki melihat aurat wanita.’ Tetapi ia
mengemukakan alasannya bahwa jenazah wanita yang satu ini sangat besar.
Kemudian
wanita itu kembali masuk dan memandikan mayat tersebut. Setelah selesai
dikafankan, ia memanggil kami agar mayat tersebut diusung. Karena jenazah ini
terlalu berat, kami berjumlah sebelas orang masuk ke dalam untuk mengangkatnya.
Setelah sampai di lubang kuburan .
Kami
buka lubang masuknya dan kami turunkan dari pundak kami. Namun tiba-tiba
jenazahnya terlepas dan terjatuh ke dalam dan tidak sempat kami tangkap kembali
hingga aku mendengar dari gemeretak tulangnya yang patah ketika jenazah itu
jatuh. Aku melihat ke dalam ternyata kain kafannya sedikit terbuka sehingga
terlihat auratnya. Aku segera melompat ke jenazah dan menutup aurat tersebut.
Lalu
dengan susah payah aku menyeretnya ke arah kiblat dan aku buka kafan di bagian
mukanya. Aku melihat pemandangan yang aneh. Matanya terbe-lalak dan berwarna
hitam. Aku menjadi takut dan segera memanjat ke atas dengan tidak menoleh ke
belakang lagi.
Setelah
sampai di rumah, aku menghubungi salah seorang anak perempuan jenazah. Ia
bersumpah agar aku menceritakan apa yang terjadi saat memasukkan jenazah ke
dalam kuburan. Aku berusaha untuk mengelak, namun ia terus mendesakku hingga
akhirnya terpaksa harus memberitahukannya. Ia berkata, “ustadz, ketika anda
melihat kami bergegas keluar dikarenakan kami melihat wajah ibu kami menghitam,
karena ibu kami tidak pernah sekalipun melaksanakan shalat dan meninggal dalam
keadaan berdandan.”
Kisah
nyata ini menegaskan bahwa Allah SWT menghendaki agar sebagian hamba-Nya
melihat bekas Su’ul khatimah hamba-Nya yang durhaka agar menjadi pelajaran bagi
yang masih hidup. Sesungguhnya yang demikian itu merupakan pelajaran bagi
orang-orang yang berakal.

0 Response to "Gadis Ini Tak Pernah Solat Sehari Dalam Hidupnya, Ketika Dia Mati, Allah SWT Tunjukkan Janji Nya!"
Posting Komentar