ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Sebulan penuh sudah umat Muslim di
Indonesia menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Besok (25/6/2017), kita akan
merayakan hari Idul Fitri 1438 H.
Di Indonesia, Idul Fitri selalu dinanti
karena saat itulah sanak saudara berdatangan dari jauh untuk saling mengucap
maaf, bersilaturahmi, dan menyantap aneka makanan enak bersama-sama.
Nah, kali ini surya.co.id akan
membeberkan sejumlah fakta menarik yang mungkin belum kamu ketahui.
1. Lebaran
Kita semua tentu tak asing
dengan istilah Lebaran yang diasosiasikan dengan Idul Fitri. Namun tahukah kamu
bahwa istilah Lebaran sebenarnya diserap dari tradisi Hindu.
Menurut MA Salmun dalam artikelnya yang
dimuat di majalah “Sunda” pada tahun 1954, lebaran berarti ‘selesai, usai, atau
habis’. Dalam konteks Ramadhan, istilah ini dipakai untuk menandai berakhirnya
puasa.
Mengapa sampai kemudian istilah ini
dipakai? Bisa jadi, itu merupakan strategi para Wali di tanah Jawa agar umat
Hindu yang saat itu baru memeluk Islam, tidak asing dengan agama yang baru
dianutnya.
Namun makna itu sendiri masih bisa
diperdebatkan. Bahkan sebagian orang Jawa memiliki makna berbeda mengenai kata
Lebaran. Ada yang menganggap, Lebaran berasal dari bahasa Jawa yaitu “wis bar”
atau sudah selesai.
Maksudnya, sudah selesai menjalankan
ibadah Puasa. Bar sendiri dianggap sebagai bentuk sederhana dari kata Lebar
yang artinya telah usai.
2. Ketupat
Ketupat atau nasi lontong yang
dikemas di dalam janur yang dijalin sedemikian rupa, adalah menu makanan
tradisional yang selalu ada saat Lebaran, khususnya sejak hari ketujuh setelah
jatuhnya 1 Syawal.
Umumnya, ketupat disajikan dengan menu
lain seperti opor ayam. Tapi tahukah anda bahwa Ketupat yang memang asli
Indonesia memiliki makna yang dalam?
Dalam tradisi Jawa yang kerap membangun
simbol-simbol, Ketupat atau Kupat menyimpan makna simbolis yang berarti mengaku
salah. Kupat sendiri, adalah akronim dari Ngaku Lepat atau mengakui kesalahan.
Karenanya, dengan memberikan atau
menghidangkan ketupatuntuk orang lain, dapat dimaknai sebagai ungkapan pengakuan
salah sekaligus permintaan maaf.
Lantas dari mana tradisi kupat atau
ketupat itu muncul? Lagi-lagi, sejumlah pendapat menyebut bahwa itu tak lepas
dari peran para Wali yang menyebarkan Islam di tanah Jawa.
Tujuannya untuk membuat umat yang baru
saja hijrah dari Hindu ke Islam, tidak lagi asing dengan agama yang baru
dianutnya.
Nah, sekarang sudah tahu kan? Tetapi
terlepas dari apapun asal muasalnya, yang jelas, Lebaran atau Idul Fitri harus
menjadi momentum bagi kita sesama umat Muslim untuk memaafkan satu sama lain.
Sumber: tribunnews.com
0 Response to "Ternyata.. Inilah Fakta Tersembunyi di Balik Lebaran dan Ketupat yang Jadi Tradisi di Indonesia..."
Posting Komentar