ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Melissa
Oentoro yang merupakan mahasiswi Universitas Pelita Harapan di Lippo Karawaci
dan juga mantan ketua kebaktian bahasa Inggris gereja Stella Maris ini ini tak
pernah menyangka akan mendapatkan hidayah dan memeluk agama Islam.
Sejak
awal Melissa mencanangkan target untuk mencari kelemahan agama Islam agar bisa
mengajak pemeluknya murtad. Ia berusaha mencari kekurangan sembari mencelanya.
Pernah beberapa kali ia berdialog dengan pria muslim agar bisa mempengaruhi
mereka dengan keburukan-keburukan yang dilakukan oleh pemeluknya.
Tiga
tahun ia menjalani dialog tersebut, bukannya memanen hasil malah akhirnya ia
yang kepincut dengan agama Islam. Ketika mempelajari isi Al-Quran, gadis
keturunan Tionghoa itu semakin tahu bahwa ajaran Islam tidak bisa dinilai dari
pemeluknya namun dari sumbernya.
Sehingga
setelah proses panjang, Allah memberi petunjuk dengan cara yang tak lazim.
Setiap malam selama satu bulan, ia selalu terbangun pukul 2.59 wib. Ia seolah
mendengar suara azan sayup-sayup. Ia menjadi bertanya-tanda pertanda apakah
ini.
Beberapa
bulan setelah kejadian yang berulang-ulang tersebut, ia baru merasakan hidayah
mulai menghampirinya yaitu saat menghadiri zikir bersama Ustadz Arifin Ilham di
Masjid Az-Zikra, Sentul, Bogor. Di dalam majelis itu ia mulai menyadari begitu
banyak muslim yang masih mencintai Allah dan menerapkan sunnah dalah
kehidupannya. Seolah-oleh ia menemukan kembali "keluarga besarnya" di
majelis tersebut.
Setelah
beberapa lama mengikut kajian majelis Az-Zikra, perempuan berdarah Tionghoa itu
pun membulatkan tekad untuk bersyahadat dan memeluk islam dengan segala
konsekuensinya. Walaupun terjadi pertentangan dari keluarga dan teman-teman, ia
siap menghadapinya. Ia menganggap hidayah tersebut terlalu mahal untuk ia
biarkan lewat begitu saja. Ia mencurahkan seluruh isi hati pada Ko Hanny
Kristianto dan istrinya yang telah lebih dulu memeluk Islam, tentang
kekhilafannya di masa lalu dan ia keinginannya untuk benar-benar bertaubat dan
menjadi muslimah yang shalihah.
Pada
hari yang telah disepakati bersama majelis, ia pun bersyahadat dan disaksikan
oleh puluhan ribu kaum muslimin termasuk ayahandanya. Dengan hidup barunya ini,
ia tinggalkan semua fasilitas mewah dan kenyamanan dunia yang selama ini ia
peroleh. Dan ia sangat bersyukur, saat itu juga Allah menggantinya dengan
kesempatan mendapat umrah gratis yang akan ia laksanakan pada 7 April 2016.
Ustadz
Arifin Ilham kemudian memberi nama baru untuknya yaitu Fitrya Zuhdah.
Dengan nama barunya ini ia mengharap
agar menjadi muslimah yang istiqamah dalam Islam. Dan pada hari Minggu (6/3) ia
mulai merubah profil foto akun facebooknya dengan gambar yang berjilbab dan
menghapus foto lama yang tak menutup aurat. Sekarang ia belajar tauhid di
pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung di bawah asuhan Ustadz Abdullah
Gymnastiar atau yang lazim dipanggil Aa Gym.
Semoga
selalu istiqamah ya Ukhti!
(Sumber
: BersamaDakwah.net)
wahh good info banget nih
BalasHapuskomposisi tolak angin cair