ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Bila satu saat seorang atau barangkali
saja anda di tanya tentang jodohmu jadi akan tampak berbagai jawaban. Bila
belum punyai tambatan hati meskipun umumnya jawabannya kehendaki jodoh yang
serba prima contoh :
maunya jodoh yang shaleh, tampan, mapan,
hafalan Al-quran demikian juz, melaksanakan ibadah hariannya bagus, dari
keturunan yang baik-baik yang pada intinya waktu masih tetap kosong hati dan
fikiran dari keterikatan hati dengan seorang biasanya bakal bikin pilihan
maksud jodoh yang diimpikan yang serba prima.
Tetapi jika umur telah mulai lanjut,
beberapa relasi sudah punyai momongan, keluarga dan saudara sudah mulai
kemukakan pertanyaan “kapan menikah”,
jadi jawabannya tentang jodoh jadi lebih
simpel. “Yang utama islam, shaleh, patuh dan dapat membiayai keluarga”.
Sesungguhnya Allah itu sudah
mengungkapkan loh siapa jodoh kita nantinya. Coba tahu ayat di bawah ini :
“ Wanita-wanita yg tidak baik untuk
lelaki yg tak baik, dan lelaki yg tak baik yakni untuk wanita yg tak baik juga.
Wanita yang. baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang
baik. ” (Qs. An Nur : 26)
Nah dari ayat dan ilustrasi diatas kan
harusnya kita sebagai umat muslim yang berupaya patuh pada ajarannya. Jodoh
kita yakni cerminan kita, jadi semua kalimat inginkan punyai pasangan begini
atau sekian mesti diawali dengan pergantian diri kita sendiri dulu.
Yang permulaannya konsentrasi ” pada
siapa ” jodohnya, jadi konsentrasi dengan ” bagaimana pribadi saya “. Bismillah
ya sebagian relasi. Mudah-mudahan berguna.
Menikah merupakan jalan untuk
menyempurnakan separuh agama. Namun waktunya kadang sulit ditebak. Walaupun
jodoh masing-masing orang sudah Allah tetapkan, namun, terkadang ketika masa
penantian itu terlalu panjang, hal itu seringkali meresahkan. Apalagi jika
penantian tersebut dialami oleh seorang wanita.
Muslimah yang belum memiliki pasangan
kadang bingung harus melakukan apa agar cepat mendapatkan calon suami. Jika
kita melihat kebiasaan masyarakat Indonesia, biasanya yang berusaha mencari
adalah para lelaki, sedangkan wanita hanya diam, menunggu dan berdoa. Apakah
benar menunggu saja adalah pilihan yang tepat untuk mewujudkan sebuah
pernikahan?
Walaupun segala keputusan ada di tangan
Allah, kita sebagai manusia diperintahkan untuk berikhtiar. Beberapa cara
berikut ini mungkin dapat dilakukan oleh seorang muslimah agar tidak hanya diam
menunggu ‘keajaiban’ sampai jodoh datang:
Tidak ada yang tahu dari mana jodoh kita
berasal. Bisa saja dekat, bisa juga jauh. Maka, kita sebagiknya membuka pintu
ke segala arah yang mungkin menjadi jalan datangnya jodoh kita. Caranya dengan
memperluas jaringan sosial.
Salah satu cara untuk menemukan jodoh
yang tepat adalah mengungkapkan niat kita untuk menikah kepada orang tua.
Sebab, pada dasarnya merekalah yang memiliki kewajiban menikahkan kita. Siapa
tau mereka memiliki calon yang tepat untuk menjadi pasangan hidup kita. Insya
Allah pilihan orang tua itu adalah
pilihan yang terbaik. Karena, mereka lah yang paling memahami dan menyayangi
kita.
Hal yang sama bisa kita lakukan pada
orang-orang yang mampu menjadi perantara pertemuan kita dengan sang jodoh. Kita
bisa menyampaikan niat menikah kepada murabi, guru atau teman.
Namun, pastikan mereka tidak memiliki
kepentingan tertentu yang menyebabkan pemilihan pasangan menjadi tidak
objektif. Seperti yang dicontohkan Ibunda Khadijah
Menawarkan diri langsung seperti yang
dicontohkan Ibunda Khadijah juga boleh kita lakukan. Umirul Mukminin, Khadijah
Radhiyallahu Anha adalah wanita tangguh yang berani menyampaikan niatnya untuk
menikah dengan Rasulullah.
Bukan karena harga dirinya yang rendah,
tapi sungguh ia ikhlas untuk membantu Muhammad dalam suka dan dukanya. Khadijah
menawarkan dirinya demi kebaikan. Dan, itu adalah sebuah jalan meraih kemuliaan
di sisi Allah. Catatan pentingnya adalah
lelaki yang kita tawarkan haruslah lelaki yang shaleh dan mampu
mendekatkan kita kepada Allah.
Kadang Allah menahan jodoh, hingga kita
dianggap siap dan sepadan dengan orang
yang telah Allah persiapkan menjadi pasangan hidup kita. Sebelum diri
kita sepadan maka Allah akan terus menguji kita. Ingat bahwa jodoh adalah
cerminan diri. maka perbaiki terus akhlak yang dimiliki agar kita juga
mendapatkan jodoh yang baik sesuai keinginan kita.
Percayalah Allah Maha Pengasih dan Maha
Penyayang juga Maha Adil dan Maha Mengetahui yang terbaik untuk kita. Maka,
selain berikhtiar kita juga harus senantiasa berdo’an dan meningkatkan
ketakwaan kepada Allah SWT.
Sumber : Inspiradata.com

BalasHapusnice info banget kak
cara menghindari masuk angin