ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Sering
di Facebook kita melihat dinding teman terpampang hasil sebuah kuis. Misalnya
saja, Selebriti yang sesuai dengan karakter kita, Siapa yang melihat profil
kita baru-baru ini, Berapa skor IQ kita, dan lain sebagainya.
Lalu
tanpa sadar kita pun mengeklik tautan untuk mengikuti kuis yang sama. Tanpa
pertimbangan lama kemudian membagi pula hasilnya di lini masa kita.
Saya
yakin mereka yang mengisi dan berbagi hasil tak menyadari bahaya di balik kuis
yang sebenarnya untuk lucu-lucuan itu. Jika sadar bahaya tentu tak akan
mengeklik dan berbagi hasil. Cukup tersenyum simpul saja.
Bagi
yang ringan tangan mengikuit kuis itu, perhatikan jika kita diminta mengisi
data atau informasi pribadi sebelum mendapat hasil yang mereka inginkan. Di
situlah ada kemungkinan tangan-tangan hacker bekerja.
Bisa
jadi kita berkilah, pihak pembuat kuis tidak akan mempergunakan informasi atau
data pribadi yang kita berikan untuk kepentingan pribadi mereka. Namun, baca
pernyataan - yang biasanya harus kita centang untuk menuju langkah berikutnya –
dengan teliti.
Tak
jarang pembuat kuis mencantumkan klausul sepeti ini, “Kami memiliki hak
mengubah atau memodifikasi kebijakan privasi ini dari waktu ke waktu dan, dalam
kasus semacam itu, kami akan membuat pemberitahuan publik dalam laman kebijakan
privasi ini (atau melalui pemberitahuan individu seperti dokumen tertulis,
faksimili atau e-mail) dan mendapatkan persetujuan dari para pengguna jika
diharuskan oleh hukum yang berlaku”.
Nah,
jika kita asal mencentang saja surat pernyataan itu, di sinilah peretas
memanfaatkan kelengahan kita. Menurut Sri Sridharan, Direktur Manajer di
Florida Center untuk bagian Cybersecurity, semakin peretas mengetahui banyak
informasi tentang kita, semakin mereka bisa mengarahkan kita ke situs-situs
lain yang seharusnya tidak kita kunjungi.
Data
pribadi kita itu bagi seorang pemasar tentu menjadi berlian yang tak ternilai
harganya di mata pengiklan dunia maya. Tak ada jaminan bahwa data-data kita tak
jatuh ke tangan pihak ketiga.
Tak
jauh berbeda, pakar anti-virus Alfons Tanujaya dari perusahaan Vaksincom, juga
menekankan kepada upaya pembuat kuis untuk mendapatkan sebanyak mungkin
pengguna. Jika layanan mereka makin populer, maka akan memberikan keuntungan
finansial yang makin besar untuk pembuatnya.
Lepas
dari soal data-data pribadi tadi, jika kita telaah hasil kuis itu sebenarnya
tidak berguna bagi kita. Sekadar lucu-lucuan yang tidak lucu kata seorang teman
sebab tak jarang malah “membuka aib” kita. Dalam kasus tes IQ secara daring,
banyak soal ujian yang mungkin dirancang secara asal dan tentu saja jawabannya
juga asal, karena tujuan utama si pengelola situs bukan ingin mengukur IQ pengguna,
tetapi menggali data pribadi Facebook sebanyak mungkin. Bisa jadi hasil tes IQ
itu sepenuhnya keliru.
Di
Indonesia, situs yang diketahui sering menyediakan kuis-kuis itu antara lain
Vonvon.me, Testony.com, NameTests.com, Pengintip.us, sampai yang level
internasional adalah Test-IQ.com atau IQ-Test-Results.com untuk urusan tes
kecerdasan yang tentu saja belum jelas jundrungannya. Untuk mengecek
kepribadian ada CheckMyPersonality.com.
Beberapa
situs seperti IQ-Test-Results.com, ternyata meminta biaya bulanan yang berulang
untuk pengguna terdaftar. Lalu situs CheckMyPersonality.com ternyata meminta
persetujuan dari pengguna untuk "memverifikasi akun kartu kredit Anda yang
valid." Enggak berhenti sampai di situ, CheckMyPersonality.com ternyata
juga meminta wewenang untuk menggali semua jenis informasi tentang penggunanya.
Nah,
tak ada salahnya mempertimbangkan saran Alfons berikut ini. “Untuk pengguna
Facebook agar jangan pernah memasukkan username dan password di aplikasi apa
pun. Jika pengguna secara sukarela memberikan data penting itu, maka kesalahan
ada pada Anda, bukan pada Facebook yang sejatinya sudah memberikan proteksi
untuk tidak memberikan informasi.
"Facebook
sudah memproteksi supaya data pengguna tidak otomatis bisa diambil. Jadi kalau
user berhati-hati dan tidak pernah memasukkan data penting, seharusnya dia
aman." (intisari.grid.id)
0 Response to "Waspadalah! Ada Bahaya Tersembunyi di Balik Kuis Lucu-lucuan di Pesbuk"
Posting Komentar